Punya Hater?? gak usah takut..
Kata orang bijak orang yang sangat baik sekalipun pasti punya hater. Dari sepuluh ribu mungkin ada seribu diantara mereka yang membencimu, tapi jangan kuatirr kan masih ada sembilan ribu yang sayang sama kamu. Yang perlu ditakutkan adalah kalo hater kamu lebih banyak, karna itu berarti kamu harus berfikir ulang bahkan berulang-ulang untuk mengakui kalo kamu orang baik-baik.
Pada kenyataannya emang bener, jumlah hater dapat membuktikan seberapa baiknya kamu dimata orang lain, seribu kalipun kamu mau bilang kalo kamu orang yang baik tetep aja penilain ada ditangan orang lain.
Pernah mikir gak bahwasanya orang menghadirkan seorang atau lebih juri dalam suatu perlombaan karena emang gak ada yang bisa menilai diri sendiri secara konsisten..
Sekarang, kalo kamu gak bisa menerima kritikan dari orang lain gak usah minta saran dari orang lain lagi dan segeralah pulang ke habitat asli mu H-U-T-A-N
Untuk memilah mana kritikan dari orang lain yang sifatnya membangun dan mana yang sifatnya ingin menjatuhkan, maka dengarlah kritikan dari orang terdekat kamu yang kamu percayai
jika seandainya dan sebenarnya orang yang kamu maksud adalah pengkhianat maka gunakanlah naluri mu, karna sebenernya kamu tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kamu dan orang lain, gak percuma kan Tuhan memberi mu akal pikiran?? mulai lah berfikir.. :)
Selasa, 26 Agustus 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
Cintaku Bukan PHP
Abel kembali
membuka artikel di majalah itu. Halaman 21! Yups..ini dia ketemu!
Tampil Menawan
Kesekolah
Step 1. Oleskan cream
pelembab pada wajah dan leher, ratakan dengan jari. (jari telunjuk aja dech, enggak mungkin
peke jempol kan?)
Step 2. Bubuhkan bedak
secara tipis dan merata menggunakan spons
(setipis mungkin. Biar enggak ada yang nyadar kalo ada yang eda sama penampilan
gue hari ini! Enggak lucu kan kalo entar ada yang bilang What?? Seorang Abel
bedakan?? Please..gue juga pengen keliatan cantik. Enggak salah kan?)
Step 3. Gunakan lip
gloss berwarna pink lembut
Step 4. Gunakan
deodorant untuk menghindari bau ketiak.
(nah ini dia.
Gue sering burketan. Kalo udah siang baunya enggak enak banget!)
Step 5. Pakailah body
lotion, cologne, atau parfum agar wangi sepanjang hari.
(karna gue udah beli hand and body sama parfum juga, gue pake dua duanya aja
dech, hehe....)
Step 6. Sisir rapih
rambutmu dan gunakan hair conditoner agar lebih mudah ditata.
(yang ini wajib kudu dan perlu kalo enggak rambut gue yang liar ini bisa
kelayapan kemana-mana)
Ok.perfect!. Abel tersenyum.memandangi
bayangan dirinya di dalam cermin dilihatnya sekali lagi, dua kali, tiga kali,
sepuasnya.
“Abel.. buruan berangkat!”
“huh..kak Setyo!” abel ngedumel
sambil terus menata rambut kriwilnya lalu dengan sigap diraihnya ransel dan
sepatu kemudian berlari menuju keluar. Di depan, kak setyo sudah siap dengan
vespa hijaunya
“Cantik amat adek gue, wangi pula!”
ujar kak setyo menggoda Abel sembari mengendus bau parfum yang semerbak.
“enggak usah ngeledek gitu dong kak”
jawab abel malu. Kak setyo tertawa.
“siapa yang ngeledek? Ayo buruan
ntar telat lho!”
Vespa
hijau itupun melaju. Selang waktu 15 menit sampailah Abel kesekolah. Alangkah
kagetnya Abel waktu melihat pagar sekolah sudah
ditutup. Dilihatnya jam tangan abu-abu yang ia kenakan. Pukul 7 lewat lima
menit. Ah..Cuma kelewatan 5 menit! Di sudut kiri pagar tampak seorang lelalki
berseragam. Wajahnya asing. Mungkin satpam baru. Pikir abel.
“permisi pak..kok pagarnya udah ditutup
ya?”
“sudah jam masuk neng. Lain kali
datang tepat waktu ya..”
“bukain dong pak, kan saya cuman
telat 5 menit” pinta abel.
“nggak bisa neng.yang terlambat
enggak boleh masuk” meski sudah memasang tampang memelas tetap saja satpam itu
tidak mau membukakan pagar. Abel memutar otak agar bisa masuk.
“bapak nanti saya bilangin ke pak
kepsek lho kalo saya enggak dibolehin masuk”
“eh,neng..yang ada kalo saya bukain
pagar buat eneng, pak kepseknya marah sama saya” huh..banyak bacot cepetan
bukain!
“gini ya pak. Saya beri tahu, pak
kepsek itu papa saya. Jadi, kalo bapak enggak bolehin saya masuk entar saya
laporin dan bapak bisa di pecat” (asik juga ngaku jadi anak kepsek! hihii...)
Satpam itu terdiam sejenak dan segera mmembukakan pagar. Abel tersenyum penuh
kemenangan. Usai berterimakasih ia pun segera berlari masuk pagar.
Tiba di depan pintu kelas, melihat
meja guru kosong Abel nyelonong masuk. Enggak sadar kalo ada guru pengganti
yang sedang berdiri di belakang kelas. Abel celingukan. Matanya seperti mencari
sesuatu. Ada yang aneh. Dilihatnya satu persatu wajah-wajah yang sedang
memperhatikannya. Mereka semua asing. Oh my GOD! Gue salah masuk kelas! Tangan
abel menggenggam erat. Ia segera balik badan dan menundukkan wajah.
“maaf, saya salah masuk kelas”
(duh..bego..bego..!). Abel pun berlalu dan terus memaki diri. Kelas pun menjadi
gaduh. Ternyata benar saja abel salah masuk kelas. Ia lupa kalo udah naik kelas
XI dan kelasnya itu ada di lantai dua. Sungguh kejadian yang sangat memalukan.
Bahkan abel masih dapat merasakan hawa panas diwajahnya. Stop thinking dan
lupakan! Batin abel menghibur diri.
***
Sedari
tadi Raya membolak-balik bukunya. Abel mulai risih memerhatikan temannya itu.
“lu kenapa yak?” tanya abel
“hmm..enggak kenapa-napa” suaranya bergetar.
“yakin enggak kenapa-napa? Cerita
dech kali aja gue bisa bantu!” tawar abel diikuti raya yang kemudian menoleh
kearahnya. Matanya berkaca-kaca. Abel bisa ngerasain kesedihan di mata itu.
“kalo gue cerita lu bisa janji
pegang rahasia gue kan?”
“tenang aja, lu bisa cerita ke gue.dan gue janji
enggak bakal cerita ke siapapun” jawab raya meyakinkan.
Raya kembali membolak-balik bukunya
sebelum akhirnya memulai bercerita
“lu liat cowo yang duduk di bangku
sudut kiri nomer dua itu?” Abel mencari-cari orang yang dimaksud.
“oh..si Antony maksud lu?”
“bukan Antony tapi Doni, bel..!”
jawab raya membenarkan.
“Oh iya, Doni maksud gue. Emang dia
kenapa?” tanya abel lagi.
“Dia itu..udah dua bulan terakhir
ini kita berdua deket..” Raya berhenti sejenak sambil menelan ludah dan
melanjutkan kembali kata-katanya barusan.
“..semenjak itu, gue ngerasa nyamaan
banget sama dia. Gue nunggu saat yang tepat buat ngungkapin perasaan gue. Dan
gue udah yakin banget kalo dia juga suka banget sama gue..”
“tapi ternyata gue salah. Dia gak
suka sama gue. Dan sekarang dia udah jadian sama lucy” raya tertunduk. Air
bening itu akhirnya jatuh juga.
“jadi selama ini lu di PHPin sama si
Antony doni itu?” usut Abel penasaran.
“Gue enggak tau bel. Sebenernya dia
yang pehapein gue atau cuma gue nya aja yang kegeeran”
Gubrakk!
lu udah nelangsa kayak gini tapi enggak sadar kalo udah jadi korban sang PHP
alias pemberi harapan palsu! Alis abel naik turun menimbang apa yang berusan ia
dengar dari tuturan raya barusan.
“yak,,terkadang segala sesuatu itu
emang enggak seperti yang kita rasain. Adakalanya apa yang kita lihat enggak
seperti keadaan sebenernya. lu yang sabar, gue yakin dan percaya lu bisa
dapetin yang lebih baik dari dia”. (ternyata gue bisa juga ngomong kayak orang
bijak kayak begini, hihii..)
Mendengar
ucapan Abel barusan Raya sedikit merasa lega. Dihapusnya air mata yang sedari
tadi mengalir. Ada perasaan lapang didada nya setelah curhat ke Abel tentang
kegalauan yang menimpa dirinya.
“Abel, apa yang kamu ketahui tentang
penyakit pada hati?” tiba-tiba bu guru yang sedari tadi memperhatiin abel yang
enggak connect sama mata pelajarannya melayangkan sebuah pertanyaan.
“pehape bu guru!” Oops..lagi-lagi!
Abel keceplosan! Sontak teman-teman yang mendengar jawaban Abel langsung
ngakak.
“duh..bego..bego..!”.batin Abel
merutuk.
“Abel! Kemari!” bu guru memanggil
Abel ke depan kelas. Segera Abel menurut.
“Abel, saya tidak mengerti harus
berbicara apa lagi kepada kamu. Berulang kali saya tegaskan jangan berbuat
ulah! Tapi tetap saja kamu tidak mengacuhkan nasehat saya” tatapan mata bu guru
sangat tajam. Abel dapat merasakan tatapan itu menancap tepat mengena ke
hatinya.
“Maaf bu, saya benar-benar minta
maaf” Abel tertunduk. Nyalinya benar-benar menciut kali ini.
“ingat! ini yang terakhir kalinya
saya peringatkan kamu. setelah ini tidak ada lagi toleransi. Saya akan memberi
surat panggilan kepada orang tua kamu. mengerti!”
“baik bu..saya mengerti”
***
Pagi
itu, Abel sedang asyik mengobrol sama laras. Entah kenapa sesekali matanya
mencuri-curi kearah Dony dan lucy yang sedang bersenda gurau. Tidak ada Raya
hari itu. Dari cerita Laras, Raya demam tinggi dan tidak bisa masuk
sekolah. Pasti ada kaitannya dengan Dony! Pastinya hati Raya hancur
berkeping-keping melihat kemesraan mereka!
“lu kenapa bel, gitu amat
ngeliatnya?!” tanya laras membuyarkan pikiran Abel.
“oh, enggak. Gue lagi ngeliat mereka
aja, kayaknya pasangan baru gitu!” Abel menahan diri untuk enggak cerita sama
Laras keinget janjinya Dony.
“iya, mereka baru jadian beberapa
hari yang lalu! mereka serasi yach!”
Tiba-tiba
bu Rani, Guru matematika masuk kelas.
“Pagi semuanya...” Sapa bu Rani.
“Pagi bu....” jawab seisi kelas
serentak
“Sebelumnya, ibu mau memberitahu
kalian, kalau hari kita kedatangan murid baru. Dia berasal dari Aceh”. Bu rani
memanggil sesorang dari luar sana. “Damar!
Masuk nak..perkenalkan diri kamu!” Serta merta semua temen-temen melihat
kearahnya.
“Wow..cakeep!!” Laras setengah
memekik.
Anak
baru itu, namanya Damar. Tubuhnya tinggi dan berisi. Tampak seperti pemain
basket yang kalo masukin bola ke ring penontonnya bakal teriak-teriak heboh
banget!
“Bel, lu pindah ya?!” pinta Laras
tiba-tiba.
“lho kok..” belum sempat Abel menjawab
“udah..lu pindah aja yach, biar entar
Damar duduk di sebelah gue!” “widiiih..
bener-bener dech si Laras udah terhipnotis aja sama anak baru itu!” gumam Abel.
“Selamat pagi teman-teman..!” Damar
mulai memperkenalkan diri.
“Saya Damar. Saya berasal dari Aceh.
Saya pindah kemari karna ayah saya dipindahtugaskan ke Jakarta. Sebelumnya saya
juga pernah berdomisili disini, Sekitar 4 tahun yang lalu..” dan Bla bla bla!
Begitulah Damar memperkenalkan dirinya. Usai memperkenalkan diri, bu Rani
mempersilahkan Damar untuk duduk. Dan tahukah? Ia duduk tepat di bangku sebelah
Abel. Laras jealous bukan main. Bukan salah gue dong! batin Abel bersorak
riang. kayak habis menang lotre. Damar tersenyum kearah Abel seraya berkata
“Boleh gue duduk disini?” tanyanya.
“boleh..” (boleh bangeet.. tiap hari
juga gak apa-apa! iuuwhh)
Abel
bisa melihat betapa wajah teman-teman cewe nya pada iri melihat dia. Abel
tersenyum penuh kemenangan. Gilaakk..! makin deket tambah cakep! Hihii..Abel
cengengesan.
Di
sela-sela jam pelajaran, sewaktu bu Rina sedang asik menjelaskan tentang
“Differensial” Abel asik mengamati tampang Damar yang seriously. Waktu sadar
diliatin sama Abel, Damar mencoba lebih dulu membuka pembicaraan.
“hemmp..ngomong-ngomong kita belum
kenalan ya” ucap damar seraya mengulurkan
tangan.
“Abel..” Abel balas menjabat tangan Damar.
Sementara disebelah sana tampak Laras
memberi kode. Entahlah apa itu! Yang jelas Laras lebih keliatan kayak
orang gagu! Hihii..
“Abel, coba kamu kerjakan soal nomer
satu!” pinta bu Rani
“waduuh..gue enggak ngerti” Abel
garuk-garuk kepala. Segera ia maju kedepan dan mencoba mengerjakan sebisanya.
Baru setengah jalan mengerjakan
tiba-tiba abel ngeblank.
“Sepertinya Abel kesulitan
mengerjakan soal ini.Ada yang bisa membantu?”
“Saya bu!” Damar mengacungkan tangan
dan maju kedepan kelas. Dengan cermat ia mengerjakan soal itu. Semua semakin
terkagum-kagum melihat Damar. Bagimana tidak, selain cakep otaknya juga encer.
Abel melongo dan berbisik dalam hatinya, Mungkin ini saatnya gue harus bilang
WOW! (tapi enggak perlu pake salto segala kan?? Entar dikira apaan lagi!
Kam-se-u-pay!)
***
Usai jam pelajaran Abel segera
mengemas bukunya. Kelas dibubarkan. Abel berjalan keluar kelas disusul Damar
yang berjalan berdampingan disebelahnya.
“Gedubruk!” terdengar suara
seseorang terjatuh. Oh tidak, Laras! Dia menubruk seseorang yang berjalan
disebelahnya. Berhubung yang bersangkutan lebih gede, jadi Laras yang jatoh!
Hahaa.. Abel terkekeh melihat tingkah temennya itu. Ternyata dia buru-buru Cuma
buat ngejar Damar dan pengen kenalan. hemmph..ada-ada aja!
“Abel! Tungguin gue dong,
mentang-mentang udah punya temen baru gue dilupain gitu aja” Laras melirik
genit kearah Damar. iuuwh..!
“hei, kenalin gue Damar” sapa Damar
ramah sembari mengulurkan tangan yang langsung disambut oleh Laras yang sedari
tadi ngebet pengen kenalan sama Damar.
“Eh, lu tadi hebat banget!
Besok-besok ajarin gue dong..” dan Bla bla bla! Apapun itu pokoknya bakal
dilakuin Laras supaya bisa deket sama Damar. Termasuk tukeran nomer hape! Abel
pengen meledak saat itu juga.
Kalo Laras bisa ngajak komunikasi
Damar lewat handphone. Abel gak mau
kalah. Hampir setiap malamnya Abel dan Damar chatting lewat line facebook. Abel
enggak mau terkesan agresif dimata damar, makanya abel enggak mau ngajak
tukeran nomer hape. Apa lagi
kalo harus minta dari Laras. Gak!
Abel melihat obrolan. Enggak ada
Damar disitu. Huh..kira-kira dia lagi
ngapain ya? Tidur? Baru juga jam 9. Trus, ngapel? Emang dia punya pacar? Kali
aja pacar nya di serambi mekah sana ikutan pindah kejakarta, tapi di sekolah
lain! Abel terus bertanya-tanya dalam hatinya. Sulit rasanya Abel memejamkan
mata.
Sementara disebarang sana, Damar
sedang asyik bermain playstation dirumah bersama adiknya. Damar selalu
melewatkan malam minggu bersama
keluarganya. Baginya itu lebih menyenangkan ketimbang
nongkrong enggak jelas. Kalo pun ia menghabiskan waktu bareng temen-temennya
cuma buat sekedar main bola atau latihan basket.benar-benar tipekal cowok
baik-baik.enggak heran kalo banyak yang suka sama Damar. Dia selalu mengambil
sisi positif dengan siapapun dia bergaul. Tanpa pilih-pilih dan yang pasti dia
ramah. Tetapi kadang justru sikap ramah dari seorang Damar. Ini menjadi
permaslahannya.ujung-ujungnya dia dianggap sebagai oknum PHP alias pemberi
harapan palsu! Dan lagi-lagi menjadi buronan cewek-cewek.
***
Pagi itu upacara bendera dimulai.
Siswa yang berpakaian tidak lengkap dipisahkan
dari barisannya. Ada juga yang buru-buru memasukkan seragam bahkan
mengenakan dasi ketika sudah berada di lapangan upacara. Moment yang sangat
tidak disukai siswa adalah ketika pembina upacara memberikan amanah atau
ceramah panjang lebar di podium. Huuh.. apa lagi kalo ditambah cuaca panas
menyengat rasanya pengen buru-buru nyebur ke kolam renang!
Abel mengikuti upacara dengan
khidmat. Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pengibaran bendera, mendadak
Abel penglihatannya berkunang-kunang. Mungkin karna enggak sempat sarapan tadi
pagi dirumah.. Tiba-tiba semuanya gelap. Abel pingsan. Saat siuman Abel baru
sadar kalo ia pingsan dan di bawa ke UKS. Dilihatnya Laras dan Raya yang sedari
tadi menungguinya. “gue tadi pingsan ya?” tanya abel.
“iya bel, lu pingsan waktu
pengibaran bendera. Damar yang gendong lu kesini Dia panik banget!” jawab Raya
dengan semangatnya. Damar hanya tersenyum.
“makasih ya damar..!”kata Abel
kepada damar yang dibalas anggukan.
Setelah
ngerasa agak baikan Abel kembali masuk kelas dan mengikuti jam pelajaran kedua.
Abel kembali bersemangat saat jam pelajaran bahasa indonesia. Materi hari itu
tentangpantun. Usai menjelaskan tentang pantun bu Arini mengerahkan
sisiwa-siswanya untuk berbalas-balasan pantun. Abel ditunjuk untuk memulai
permainan lebih dulu.kira-kira isi pantunnya begini:
Ada singkong dan daun talas
Dibungkus diikat kain katun
Daripada bengong enggak jelas
Mending kita berbalas pantun
Dengan enteng
Laras menyahut:
Buah kuini manis rasanya
Yang berani keluarin pantunnya
Enggak
ketinggalan Raya angkat bicara:
Kalau lah ada pohon beringin
Hendaknya ada pohon cemara
Kalau ada yang nantangin
Waktunya Soraya angkat bicara
Kalaulah ada paruh nan lancip
Sungguh comel si burung Camar
Yuk mari kita nge-gosip
Gosipin Abel sama si Damar
Seisi
kelas ngakak mendengar pantun nya Laras. Abel dan Damar tersipu malu mendengarnya. Akhirnya damar ikut bersuara:
Sungguh comel putri kencana
Hatinya bingung mencari cinta
Wahai Abel yang disana
Tolong ucapkan sepatah dua kata
“tembak..! tembak..! tembak!!”
Kelas menjadi gaduh oleh sorakan teman-teman seisi kelas. Melihat suasana gaduh
itu bu Arini segera menghentikan siswanya.
“sudah ! sudah! Jam pelajaran hari ini kita cukupkan sampai
disini!”
Kejadian tadi
benar-benar membuat Abel tersipu malu. Membuatnya menjadi canggung dihadapan
Damar. Tiba-tiba Damar membuka suara
“Bel, sory ya yang tadi, gue
enggak ada maksud...”
“enggak apa-apa kok Damar,
namanya juga permainan”
Mereka terdiam sejenak, lalu
kemudian tertawa secara bersamaan. Wajah
Abel memerah. Ia berusaha menenangkan hatinya. Degup jantungnya semakin cepat.
Oh..Tuhan, perasaan apa ini?! Abel dipenuhi sesak semakin menjadi dan
akhirnya..
Ia pun berlalu.
Cuaca
sore itu sangat mendung. Awan hitam dan terdengar gemuruh. Les hari itu
dibubarkan. Damar buru-buru mengantarkan Abel. Belum separuh jalan hujan deras
turun. Terpaksa mereka berhenti berteduh.Damar menatap Abel lekat-lekat.
Melihat wajah Abel yang tampak pucat.
“lu enggak apa-apa?” tanya damar
khawatir melihat abel
“enggak kok!” jawab abel berusaha
kuat dihadapan damar.
“maafin gue ya?”
“maaf untuk apa?” tanya damar heran
“maaf karna udah ngerepotin lu”
“biasa aja, dramatis amat! Hahaa”
Damar tertawa sembari mencubit pipi abel. Gue seneng banget bisa ngelewatin
moment seperti ini sama
kamu damar. Terimaksih hujan. terimakasih Tuhan! Batin abel berbisik.
Semenjak saat itu pikiran abel
diracuni oleh Damar, damar dan damar! Bayangan damar seakan enggak bisa lari
dari ingatannya. Ada perasaan bergejolak dari dalam dirimya tetapi sekaligus
ada ketakutan disitu. Tuhan, ijinkan aku jatuh cinta tapi jangan biarkan aku
benar-benar jatuh! Beri aku jawaban atas rasa ini Tuhan..
Mengapa sulit mengaku cinta padahal yang
terasa
Dalam rinai huja dlam terang
bulan juga dalam sendu sedan
Mengapa sulit ungkapkan cinta
padahal ia ada dalam rindu dendam
hening malam
cinta terasa ada..
lantunan
lagu Acha septriasa mewakili perasaan Abel malam itu. Lagu itu pula
mengantarkannya kedalam mimpi indah yang mempertemukannya dengan damar.
***
“kamu
tau apa moment favoritku setiap bulan? Ketemu kamu!”
“dan menunggu saat itu adalah hal yang paling
menyiksaku”
“Aku
lelah. Damar. Malam ini kamu harus terus terang. kalau tidak, Aku pastikan
malam ini adalah malam terakhir pertemuan kita . Dan genap sudah 3 tahun kamu
menipu diri sendiri”
Abel
menatap cermin dan berbicara pada dirinya sendiri. Terusan biru muda yang
dikenakannya membuatnya terlihat sangat cantik malam ini. Ia akan bertemu
dengan Damar. Lagi. Setelah beberapa pertemuan sebelumnya.
Semenjak
lulus SMA, Damar melanjutkan kuliah di Universitas Al-azhar, Kairo. Setiap
bulannya mereka bertemu. Setiap kali damar pulang ke Jakarta. Entahlah untuk
apa. Entah secara kebetulan atau memang direncanakan sendiri oleh Damar.
Jam
menunjukkan pukul 19.00 disebuah restaurant yang telah dijanjikan Damar sudah
menunggu dan menyiapkan semuanya menyambut kedatangan Abel. Mawar, meja
reservasi, dan Kado special di ulang tahun Abel malam itu. Damar berbisik dalam hatinya “Tuhan,
semoga rencana Mu juga rencanaku”
Tak
lama kemudian Abel datang. Abel benar-benar terlihat berbeda. Tapi bagi damar,
abel tetaplah abel. Abel yang dulu dia kenal.
“Selamat
ulang tahun..” ucap damar sembari memberikan setangakai mawar kepada Abel.
“terimakasih..”
“by
the way..kamu nggak ngerayain ulang tahun bareng pacar kamu?” tanya Damar.
“menurut
kamu?” Abel balik bertanya (menyebalkan sshh..)
“hmmp..maaf
kalo aku ganggu waktu kamu malam ini” ucap Damar.
Please..Damar.
jangan jebak aku dalam situasi seperti ini! batin Abel memberat.
“Damar
kamu tau atas alasan apa aku mau datang kemari?”
“Aku
kesini buat kamu! ”
“kamu
tau apa moment favoritku setiap bulan? Ketemu kamu!”
“dan menunggu saat itu adalah hal yang paling
menyiksaku”
“Aku
lelah. Damar. Malam ini kamu harus terus terang. kalau tidak, Aku pastikan
malam ini adalah malam terakhir pertemuan kita . Dan genap sudah 3 tahun kamu
menipu diri sendiri” Abel menarik nafas panjang.
“Abel
maafin aku karna sudah membuatmu menunggu lama!”
“Sebenarnya
sudah sejak lama aku menyimpan perasaan kepadamu” ucap Damar.
“itu
alasan klise Damar! Aku sakit karna perasaan ini!”
“Abel.
Dengar aku! Kamu pikir selama ini untuk apa aku kembali dan menemuimu setiap
bulannya, mendengarkan ceritamu, kalau bukan karna aku butuh kamu! Aku mencintaimu!”
“Apakah
semua perlakuanku terlalu biasa sampai kamu tidak menyadari hal itu? Kamu
benar-benar nggak peka, Abel!”
“Tapi
kenapa kamu nggak pernah ngasi kepastian ke aku? Kenapa kamu nggak pernah
ngungkapin perasaan itu?” Abel dapat merasakan butiran bening itu mengalir dari
sudut matanya.
“Abel.
Semua itu kulakuin karna aku takut kehilangan kamu. Aku takut kamu marah dan
menganggap aku merusak persahabatan kita. Aku nggak mau kamu ngejauhin aku”
“Abel.
Percaya aku! Sekarang semua sudah jelas. Kita saling mencintai. Aku nggak bakal
ninggalin kamu lagi.” Damar menghapus air mata dipipi Abel.
“Menikahlah
denganku Abel! Jadilah pendamping hidupku! Kamu mau kan?”
“tidak
mungkin aku menolak orang yang selama ini aku nantikan Damar! Aku akan menikah
denganmu!”
Tuhan,
inikah jawaban atas pengharapanku selama ini? Jawaban atas pertanyaan besar
yang selama ini menyelimutiku? Rencana Mu benar-benar indah! Dan Engkau telah
membuktikan kepadaku bahwa semua itu tak sekedar harapan palsu belaka!
Minggu, 17 Agustus 2014
Jomblo Akut
Jadi jomblo itu banyak cobaan dan
godaannya. Biasanya kalau malam minggu mereka lebih memilih untuk tiduran
dirumah, daripada keluar dan ngeliatin orang-orang yang lalu-lalang sama
pasangannya, masih mending kalau dirumah ada orang tua, adik atau pun binatang
piaraan yang bisa diajak ngomong, nah gimana
kalau di-kost, kamu cuma bisa
ngeliat teman-temen satu kost kamu diapelin dan diajak jalan sama pacar-pacar
mereka, terus mereka bilang “nanti tolong bukain pintu ya! hati-hati dirumah, dadaaaah!”
sambil tersenyum sadis. Abis itu kamu
pergi dan ngunci diri dikamar, kemudian ngaca sambil teriak “huaaaaa!! kenapa
aku harus jadi jomblo?!!!”
Berlanjut dari kegalauan karna
menyandang status jomblo, kamu berusaha mati-matian untuk sesegera mungkin
mendapatkan seorang pacar. Entah itu beraksi di jejaring sosial dan dengan giat
kepo sana sini atau minta temen kamu
buat ngenalin kamu ke temen pacarnya. Biasanya temen kamu bakalan ngedukung,
karna gak tega ngeliat kamu yang suka manyun dan merengek kalau harus jadi obat
nyamuk waktu ikut jalan bareng dia dan si doi. Itu kalau temen kamu gak jomblo,
lha, kalau temen kamu jomblo juga?? Ini yang ngenes-nes-nes!.
Nah, aku udah ngalamin semuanya.
Mulai dari kenalan di facebook, minta
comblangin sama temen, sampai minta saran sama temen yang jomblo juga. Bahkan
yang tingkat kejombloan nya lebih akut. Plakkk!!
Pernah ada cowok yang waktu itu
ngajak aku kenalan. Namanya Guna, lengkapnya Gunawan. Yang waktu itu sempat ku
intip beranda nya, dan ternyata oleh temen-temennya dia dipanggil Gugun. Oalah!
Awalnya,
si Guna alias gugun ini terlihat kalem dan gak agresif. Sekedar bertanya nama,
alamat dan basa-basi bahas soal aktivitas di kampus. Tiba-tiba…
“haii, ini rena kan?” terdengar suara
di seberang sana memanggilku.
“iya, ini siapa ya?” jawabku
menanggapi suara dari pemilik nomor asing itu.
“ini aku gugun, eh guna!” Gubrak!
Ketahuan ni orang suka gonta-ganti nama.
“lho,kamu dapet nomor handphone aku dari
siapa?”
“ya dari facebook lah!” aku sudah lupa kalau ternyata dulu aku sempat
nyantumin nomor handphone di akunku.
“oh, gitu ya!”
“iya”
Sejak
hari itu guna ataupun gugun semakin sering nelpon dan sms, entah itu ngajakin
ngobrol atau sekedar nanyain “lagi ngapain ren?” atau..”udah makan belum?” hehehe.
Dua
minggu berturut setelah pe-de-ka-te antara aku dan gugun via sms yang kelihatan
semakin lancar, akhirnya dia mengajak aku untuk ketemuan. Gak muluk-muluk. Gak
perlu nentuin tempat yang pas. Aku nyuruh dia nyamperin ke alamat kost ku.
Alhasil.. kita jadian. Mudah banget kan? Iya nggak lah, itu singkat ceritanya
aja.
Kencan
pertama kami bener-bener gak akan kulupakan. Malam itu malam minggu. ya, malam
minggu. Aku dan gugun jalan-jalan keliling kota. Jalanan sesak oleh muda-mudi.
Dan malam itu aku menjadi salah satu bagian dari mereka. hehehe
Setelah
puas keliling kota, kami berhenti untuk makan malam. Jangan mikir jauh-jauh.
Kita gak makan di restaurant. Walaupun cuma makan di emperan kan tetap aja
namanya makan malam.
Dan
kamu tahu? Tiba saat waktunya itung-itungan sama pedagang, si Guna Gugun
Gunawan cuma ngebayar makanan dia aja! Busyet dah! Tadinya kupikir dia bakal
rela merogoh uang sakunya demi pacar tercintanya ini. Guguuuun! Kita PUTUS!
Hubunganku
dengan Gugun hanya berjalan 3 hari. Dan aku menyadari kita memang gak cocok.
Bukan cuma karna Gugun itu pelit bin medit, tapi juga karna..
“yank..lagi
ngapain? Udah makan belom?” dilengkapi dengan emoticon titik dua-bintang! Kayak begini ni :* tau kan? Hoek!
selalu pesan itu yang kuterima. Tiga kali sehari! Bayangkan, udah kayak minum
obat aja!
***
“HUAHAHAAAAA
gak banget, ren!” Yola terbahak denger
cerita cintaku yang tragis.
“udah dong jangan
ketawa! Seneng banget liat orang kesel!”
“gantian dong! Kapan lagi coba bisa ngeliat kamu kayak
begini!” Yola cekikikan.
Yola temen SMA ku. Bukan, bukan si
jomblo akut yang ku maksud. Dia temen yang cukup berjasa menjadi mak comblang
buatku. Meskipun gak pernah ada satupun yang berhasil. Meskipun Yola udah kayak
sales mempromosikan aku di depan mereka. Katanya sih, Mereka bilang aku jutek.
Ya,
aku akui itu. mereka benar. Aku memang jutek. Dan disitulah letak
permasalahannya. Adakah orang yang menyukai sikap jutek? Pasti gak ada. Tapi
adakah orang yang menyukai kebohongan? Jawabannya juga gak ada. Nah, kalo aku
pura-pura bersikap manis dan nutupin tu sifat jutek, sama aja bo’ong kan?
***
“kriing!!kriiing!!kriiing!”
Handphone ku berbunyi. Kok kayak bunyi sepeda ya? Ganti dech!
“tuliliit..!tuliliit..!tuliiiliiit!” hehehe. Aku mengusap-usap mata. Melihat
nama si pemanggil yang membangunkan ku di pagi buta. Emak!
“assalamua’laikum” aku mengangkat
telpon.
“wa’alaikumsalam” suara diseberang
sana menyahut. Suara emak.”belum bangun, ren? Udah jam berapa ini!” huft! Pasti
ketahuan dari suaraku yang serak-serak basah tapi gak enak didenger.
“iya emak ku sayaaang, ini juga rena
udah mau bangun!”
“semalam kamu tidur dimana?”
“ya tidur dirumah dong, emak”
“gak sama temen kamu yang itu ren?”
“temen? Temen yang mana emak?”
“temen yang biasa tidur bareng sama
kamu!”
“oh, juju..gak kok. emang kenapa,
tumben-tumben nya emak nanyain juju?” terbayang olehku wajah si jomblo akut.
Membuat aku setengah ingin tertawa.
“gak,
emak kirain dia nginap dikamar mu lagi!” emak menarik nafasnya. Terdengar
olehku.”ren, emak saranin jangan terlalu dekat kalau berteman sama juju”
“lho,
emang kenapa emak??”aku terlonjak. Apa yang salah dari juju? Juju baik dan
bukan kleptomania! Juju juga gak punya penyakit menular seperti TBC, rabies,
atau yang mematikan seperti HIV!
“Ren,
Emak takut kalau kamu keseringan berteman sama cewek nanti kamu berubah selera,
jadi gak suka sama lawan jenis lagi!. Jaman sekarang udah banyak yang kayak
begitu!”
What?!!
Emak ngomong apa barusan! Apa kupingku salah dengar??!
“Astagfirullah.
istighfar emak! Rena sama juju masih normal! emak kan tahu, dari dulu rena
punya banyak temen perempuan!” nafas ku tersendat! Aku masih tidak percaya
dengan apa yang barusan aku dengar.
“Ren, Justru karna emak tahu kamu
sukanya temenan dengan sesama perempuan, Emak takut kamu salah jalan!” kali ini
nada bicara emak sedikit naik.
“iya,
rena tau kok. Emak gak usah khawatir
deh! apalagi sampai berfikiran kayak gitu..” belum selesai aku berbicara emak
memotong,
“Ren,
emak cuma khawatir sama kamu. ehm.. emak perhatikan juga sampai sekarang kamu
nggak punya gandengan. Masa sih, anak emak nggak ada yang naksir!” iyuuwh,
gandengan, truk kalee!
“iya,
rena ngerti. Tapi emak, Rena itu kan masih kuliah. Rena mau fokus dulu. Rena
pengen habis ini rena bisa kerja, baru mikirin nyari pendamping hidup!”
“iya
tau, tapi ingat kamu itu perempuan! Entar kalau kelamaan bisa kadaluwarsa lho!
Ingat, umur kamu sekarang udah 21 tahun.” jleg!
what??
Kadaluawarsa? Istilah apa lagi ini! Kayak makanan kaleng yang udah sampai masa expire date-nya, yang udah gak bisa
dimakan trus bisa bikin keracunan! Huuaaaaaaaaaa!
“iya,iya,
tapi..” belum sempat aku menjawab emak lebih dulu mengakhiri pembicaraan.
“udah
dulu ya Ren, emak mau beres-beres di belakang! Entar keburu siang! Kamu
baik-baik ya disana! Assalamua’laikum…”
“wa’alaikumsalam…”
Telpon
terputus. Aku tersandar. Rasanya
nyeseeek banget! Aaaaarrrrrggghhh!!
***
Pagi
itu aku kuliah seperti biasa. Tetapi seperti ada yang kurang. Semangatku. Aku
lupa meninggalkannya dimana. Rasanya.. lebih lebih ketimbang ketinggalan
handphone dirumah!
“woy,
ren! sini dong duduk deket kita!” juju memanggilku dari arah sudut kiri
belakang. Ada ais, nanda dan minah juga disana. Mereka sedang ngerumpi. Biasa
lah, rutinitas!.
“kamu kenapa, ren? Kisut amat!”
Tanya ais, sambil menaik-turunkan alis shinchan miliknya. Pernah liat alis
shincan kan? Yang tebal dan hitam. Nah, alis nya si ais, kayak begitu, tapi gak
asli, udah ditambah pake pencil alis, dan bentuknya rada gak jelas gitu deh,
yang kiri sama yang kanan gak sama rata. Hahahaa stop! Sepertinya soal ini gak
perlu dibahas lebih lanjut.
Balik lagi ke pertanyaan ais tadi, kenapa
wajah saya terlihat kusut bin semrawut? Jawabannya adaalaah…eng ing engg..!
Aku mulai menceritakan kronologinya.
Juju menyimak. Diikuti Ais, Nanda dan Minah. Tetapi diluar dugaan, tadinya aku
berpikir mereka akan turut berduka cita. Malah sebaliknya, mereka tertawa
terpingkal-pingkal!
“stop it! Stoop! Kalian tega ya! gak
liat, ni muka lagi sedih!” kataku sedikit mendramatisir.
“udah, udah.. kayak masalah lu
serius amat! nggak usah dipikirin, itu mah!” tukas nanda. “ada berita penting
yang mesti lu dengar!”
“biar, biar aku aja!” serobot minah
gak sabaran.
“ren, tau gak, si wiwit disuruh
angkat kaki dari rumah sama bokapnya!”
“lho, serius min, kok bisa?” tanyaku
setengah gak percaya.
“dua rius, beneran. Dia ketahuan
udah tekdung 2 bulan”
“jadi, beberapa minggu ini dia sakit
karena…”
“yup,
bener! nggak nyangka kan lu!”
Aku
tercenung. Terbayang olehku wajah polos wiwit. Tidak pernah disangka nasibnya
akan seperti itu. Setahu kami, wiwit anak baik-baik dan punya prestasi yang
lumayan bagus. Ia tidak pernah terlibat pergaulan bebas, seperti sekarang yang
lagi marak terjadi. Tapi, Allah berkehendak lain. ia salah langkah.
“tuh, Ren, Lu nggak usah sedih.
Allah masih sayang sama kita. Dia ngebiarin kita jadi jomblo, biar kita
terhindar dari perbuatan maksiat, dan sekarang kita dikasih liat, apa yang udah
terjadi sama si wiwit, biar bisa kita jadiin pelajaran buat diri kita” kata
juju sambil menepuk bahuku. Aku tersenyum. Dalam hati, aku mengucap syukur.
***
Ngomongin tentang mereka,
temen-temen aku yang juga jomblo. Sampai sekarang belum ada alasan yang tepat
kenapa aku lebih senang bisa ngumpul sama orang-orang ini. Bisa jadi karena
alasan senasib dan sepenanggungan, bisa curhat tentang hal yang sama,
dan..sama-sama meratapi nasib sebagai jomblo!. Tapi, tapi, tapi.. juga karna
orang-orang inilah aku merasa ada yang mengisi hari-hariku, dan sejenak aku
bisa ngelupain statusku sebagai jomblo akut. ya, Tuhan mungkin emang nggak
ngasih pacar yang baik untukku, tapi Dia menghadirkan mereka, yang bisa membuat
aku merasa lebih baik.
Sabtu, 16 Agustus 2014
Mbak Mblo
Sapa halo buat para single ladiess yang menjomblo bukan tak tanpa alasan,
ijinin kali ini saya share dikit tentang embel2 ini
"Mbak Mblo"
kata-kata ini memang gak asing tapi bisa bikin kita merasa terasing, sederhana sih, tapi sakitnya itu loh! berasaaaaa banget!
Jomblo, jomblo, jomblo, seolah2 udah kayak kutukan kalo orang pada memaki diri untuk alasan ini.
buat yang remaja sih iya, mungkin merasa malu karna dianggap gak gaul kalo gak punya gandengan.
nah, tapi kalo buat remaja yang udah kelewat umur?
banyak yang mrasa malu kalo ditanyain
"mana calon mantu buat mamah?"
"kapan papah bisa gendong cucu?"
sabar ya pah, mah, daripada salah dapet mantu, atau kalo gak dapet cucu pra nikahan, mending nunggu waktu yang tepat kan ya???
Buat para single ladies yang menjomblo karna alasan ogah buat zinah, (peace..hehee)
harap nyiapin stok sabar yang banyak buat desakan atau kecaman apapun dari luar sana,
kalo ngerasa gak kuat nahan diri mending gk usah dulu menjalin hubungan apapun dengan siapapun,
kalo pun rasa suka gak bisa ditutupin, se-enggaknya bisa dikelola kan ya??
sabar, orang sabar jodoh nya cakep lhoo, mueheheeee :d
salam mbak Mbloo,,
ijinin kali ini saya share dikit tentang embel2 ini
"Mbak Mblo"
kata-kata ini memang gak asing tapi bisa bikin kita merasa terasing, sederhana sih, tapi sakitnya itu loh! berasaaaaa banget!
Jomblo, jomblo, jomblo, seolah2 udah kayak kutukan kalo orang pada memaki diri untuk alasan ini.
buat yang remaja sih iya, mungkin merasa malu karna dianggap gak gaul kalo gak punya gandengan.
nah, tapi kalo buat remaja yang udah kelewat umur?
banyak yang mrasa malu kalo ditanyain
"mana calon mantu buat mamah?"
"kapan papah bisa gendong cucu?"
sabar ya pah, mah, daripada salah dapet mantu, atau kalo gak dapet cucu pra nikahan, mending nunggu waktu yang tepat kan ya???
Buat para single ladies yang menjomblo karna alasan ogah buat zinah, (peace..hehee)
harap nyiapin stok sabar yang banyak buat desakan atau kecaman apapun dari luar sana,
kalo ngerasa gak kuat nahan diri mending gk usah dulu menjalin hubungan apapun dengan siapapun,
kalo pun rasa suka gak bisa ditutupin, se-enggaknya bisa dikelola kan ya??
sabar, orang sabar jodoh nya cakep lhoo, mueheheeee :d
salam mbak Mbloo,,
Langganan:
Komentar (Atom)