Minggu, 06 September 2015

Jika Nanti Aku Menikah

Aku ingin…suatu saat nanti jika aku menikah,
Aku menikahi seorang yang telah kupercayai menjadi imamku..
dimana Ayahku dengan suka rela menjadi wali di hari bahagia itu.
Sementara ibuku, tidak ada sedikitpun kekhawatiran ataupun ragu
dihatinya untuk melepasku..
Aku ingin.. jika suatu saat nanti aku menikah,
Tidak ada seorang pun yang bersedih,
Untuk alasan ditinggalkan ataupun tersakiti.
Aku ingin.. jika nanti aku menikah,
Ada tawa si kecil yang membuat ramai rumah kami
Keseharian ku disibukkan dengan mengasuh mereka
Dan dia yang menjadi sosok ayah bagi anak-anakku, selalu meluangkan waktu untuk bercanda tawa dengan mereka.
Membantu membimbing dan mendidik mereka menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah..
Aku ingin.. jika nanti aku menikah,
Hanya ada pertengkaran kecil yang mewarnai rumah tangga kami
Bukan karena orang ketiga yang memicu keretakan
Tetapi hanya hal-hal sepele yang hanya akan menambah kecintaan diantara kami
Aku ingin.. jika nanti aku menikah, hidup dan menua bersama
Dia yang telah mendampingiku belasan tahun tidak mengeluhkan kerutan yang menghiasi sekeliling wajahku
Tetap tersenyum dan menggenggam tanganku erat dan berkata “terimakasih sudah mendampingiku selama ini”
Maka teruntuk calon imamku,
Jika nanti tiba waktunya kita dipertemukan,
Dan kau telah memutuskan diriku sebagai satu-satunya wanita yang kau pilih,  
harapan-harapan itu akan kuwujudkan bersamamu..
Dan untuk saat ini, pintaku padamu, setialah sepertiku sampai waktu itu tiba..













Tidak ada komentar:

Posting Komentar